Antara
Dulu dan Sekarang
DULU
aku pernah sangat kagum pada manusia cerdas, kaya raya, berhasil dalam karir dalam
hidupnya juga dan sebagainya
SEKARANG
aku memilih mengganti kriteria kekagumanku kepada manusia yang hebat di mata
Tuhan, sanggup taat dan setia kepada-Nya sekalipun sering penampilannya
bersahaja atau biasa saja
DULU
aku memilih marah karena merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang menyakitiku,
menggunjingku, atau bahkan menyindirku
SEKARANG
aku memilih bersyukur dan berterimakasih, karena aku yakin ada pahala untukku
dari mereka ketika aku mampu memaafkan dan bersabar
DULU
aku memilih mengejar harta dunia dan menumpuknya semampuku. Ternyata aku sadar
bahwa kebutuhanku hanyalah makan dan minum untuk hari ini dan bagaimana cara
membuangnya dari perutku
SEKARANG
aku memilih bersyukur dengan apa yang ada dan memilih bagaimana aku bisa
mengisi waktuku hari ini dengan penuh makna dan bermanfaat untuk sesama.
DULU
aku berfikir bahwa aku bisa membahagiakan keluarga, orang tua, saudara dan teman-temanku
nanti seandainya aku berhasil dengan duniaku. Ternyata yang membuat kebanyakan
mereka bahagia adalah sikap, tingkah dan sapaku
SEKARANG
aku memilih menbuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku.
DULU
aku memilih membuat rencana-rencana dahsyat untuk duniakutapi ternyata aku
menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepadaNya. Tak ada
yang bisa menjamin besok aku akan bertemu Matahari. Tak ada yang bisa
memberikan garansi untukku bahwa apakah aku masih bisa menghirup udara ketika
besok menjelang.
SEKARANG
aku lebih siap untuk menghadap kepadaNya sebagai Rencana Besarku tanpa
meninggalkan rasa sakit hati dan merugikan orang lain akibat perbuata dan
kesalahanku
Iis A. Safitrii :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar