Bismillah..
Haii aku iis, aku
pengen ngeluarin kata-kata berdasarkan apa yang lagi aku rasain sekarang. Maaf
ya kata-katanya agak baku karena kalau ngga baku ngga enak *es kalee* okay
thats my Little Diary Peri Kecil “o:)”
Disudut
daerah kecil yang berada di kota Tangerang Selatan aku duduk diatas tempat
tidur yang sudah lama berada dalam kamar kecilku. Bunyi jam dinding yang
semakin terdengar karena diluar sana semakin sunyi. Aku termenung, sejenak
memikirkan beban yang selama ini ada di dalam fikiranku. Hening, malam makin
larut bahkan matahari sudah hampir keluar untuk menyinari dunia tapi mata ini
seakan enggan terpejam untuk sekedar melepas lelah. Jemariku dengan lincahnya
menari diatas keyboard Notebook pemberian Ibuku
Disini
aku menulis lagi tentang perihnya hari-hariku walau selama ini aku mencoba
untuk tidak merasakannya. Banyak hal yang aku kerjakan untuk tidak mengingat
semua kejadian yang mungkin bisa saja membuatku menangis dengan tiba-tiba.
Kucoba
membuka album foto yang lumayan tebal. Disitu terdapat fotoku, adikku serta
kedua orang tuaku. Banyak sejarah diantara foto-foto dulu itu, selembar demi
selembar ku lihat dalam-dalam wajah mereka yang masih menyimpan Cinta satu sama
lain yaaahh betapa bahagianya aku dulu memiliki keluarga yang lengkap dan
harmonis, cerita masa lalu yang indah. Tapi semua itu harus terbayarkan dengan
cara mereka menodai Cinta mereka dengan pertengkaran dan perselingkuhan. Ku
coba menyusun kepingan masa-masa indah itu dengan hati-hati agar tidak ada
celah.
Diam..
Mencoba untuk tidak menangisi semua yang telah terjadi diantara keluargaku
Berteriak
mungkin adalah cara satu-satunya untuk melepaskan amarah yang sudah menumpuk di
dada yang semakin menyesakkan hati
Aku
belajar untuk membenci orang yang telah melukai hati Mamah yaaa.. Aku belajar
untuk membenci Bapak.
Menjalani
hidup sebagai anak korban pertengkaran orang tua atau Broken Home tentunya
kalian tau seperti apa rasanya tapi bukan ini yang akan aku jelaskan dalam
tulisan sederhanaku kali ini.
Kusadari
bukan hal mudah menjalani peran sebagai anak Broken Home. Hingga kemudian, saat
kaki ini mulai terasa lelah menapaki alur cerita hidup yang makin rumit ini.
Ada orang yang bilang kalau anak dari keluarga Broken Home itu hidupnya ngga
akan benar. Kehidupan sex bebas lah, bersangkutan dengan narkoba dan
obat-obatan terlarang lah, menjadi liar dengan pulang tengah malam dan menjadi
wanita liar lah atau yang lebih parah bisa menjadi hamil di luar nikah!! Semua
itu bagiku hanya sebuah “Persepsi” orang tentang Broken Home
Aku
ngga ingin terjebak dalam satu pergaulan bebas karena aku masih bisa menjaga
diri hingga kini. Aku ngga ingin membuat Mamah kecewa gara-gara tingkah ku yang
berusaha keluar dari keadaan Broken Home ini dengan cara melampiaskan kekesalan
dengan terjun ke lubang yang salah
“Meskipun
hanya dapat kasih sayang dari seorang Ibu dan bukan dari Ayah tapi aku cukup
bangga memiliki wanita tegar yang banyak mengajariku tentang sesuatu kesabaran
dan kesetiaan”
Terkadang
aku berfikir untuk menyudahi saja hidupku yang semakin lama semakin rumit ini,
tapiii.. masih banyak impian dan cita-cita yang belum tercapai olehku
And
finally... Broken Home mengajariku tentang bagaimana aku harus lebih belajar
tentang arti ikhlas dalam kehidupan dan menerima cobaan yang ada. Menerima
takdir kalau aku harus belajar tanpa adanya Bapak..
Karna
aku yakin diluar sana yang menjadi korban Broken Home bukan aku saja tapi masih
banyak lagi bahkan kasusnya lebih parah dari aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar