Kamis, 29 Agustus 2013

Broken Home

Bismillah..
Haii aku iis, aku pengen ngeluarin kata-kata berdasarkan apa yang lagi aku rasain sekarang. Maaf ya kata-katanya agak baku karena kalau ngga baku ngga enak *es kalee* okay thats my Little Diary Peri Kecil “o:)”


Disudut daerah kecil yang berada di kota Tangerang Selatan aku duduk diatas tempat tidur yang sudah lama berada dalam kamar kecilku. Bunyi jam dinding yang semakin terdengar karena diluar sana semakin sunyi. Aku termenung, sejenak memikirkan beban yang selama ini ada di dalam fikiranku. Hening, malam makin larut bahkan matahari sudah hampir keluar untuk menyinari dunia tapi mata ini seakan enggan terpejam untuk sekedar melepas lelah. Jemariku dengan lincahnya menari diatas keyboard Notebook pemberian Ibuku
Disini aku menulis lagi tentang perihnya hari-hariku walau selama ini aku mencoba untuk tidak merasakannya. Banyak hal yang aku kerjakan untuk tidak mengingat semua kejadian yang mungkin bisa saja membuatku menangis dengan tiba-tiba.
Kucoba membuka album foto yang lumayan tebal. Disitu terdapat fotoku, adikku serta kedua orang tuaku. Banyak sejarah diantara foto-foto dulu itu, selembar demi selembar ku lihat dalam-dalam wajah mereka yang masih menyimpan Cinta satu sama lain yaaahh betapa bahagianya aku dulu memiliki keluarga yang lengkap dan harmonis, cerita masa lalu yang indah. Tapi semua itu harus terbayarkan dengan cara mereka menodai Cinta mereka dengan pertengkaran dan perselingkuhan. Ku coba menyusun kepingan masa-masa indah itu dengan hati-hati agar tidak ada celah.
Diam.. Mencoba untuk tidak menangisi semua yang telah terjadi diantara keluargaku
Berteriak mungkin adalah cara satu-satunya untuk melepaskan amarah yang sudah menumpuk di dada yang semakin menyesakkan hati
Aku belajar untuk membenci orang yang telah melukai hati Mamah yaaa.. Aku belajar untuk membenci Bapak.

Menjalani hidup sebagai anak korban pertengkaran orang tua atau Broken Home tentunya kalian tau seperti apa rasanya tapi bukan ini yang akan aku jelaskan dalam tulisan sederhanaku kali ini.
Kusadari bukan hal mudah menjalani peran sebagai anak Broken Home. Hingga kemudian, saat kaki ini mulai terasa lelah menapaki alur cerita hidup yang makin rumit ini. Ada orang yang bilang kalau anak dari keluarga Broken Home itu hidupnya ngga akan benar. Kehidupan sex bebas lah, bersangkutan dengan narkoba dan obat-obatan terlarang lah, menjadi liar dengan pulang tengah malam dan menjadi wanita liar lah atau yang lebih parah bisa menjadi hamil di luar nikah!! Semua itu bagiku hanya sebuah “Persepsi” orang tentang Broken Home
Aku ngga ingin terjebak dalam satu pergaulan bebas karena aku masih bisa menjaga diri hingga kini. Aku ngga ingin membuat Mamah kecewa gara-gara tingkah ku yang berusaha keluar dari keadaan Broken Home ini dengan cara melampiaskan kekesalan dengan terjun ke lubang yang salah
“Meskipun hanya dapat kasih sayang dari seorang Ibu dan bukan dari Ayah tapi aku cukup bangga memiliki wanita tegar yang banyak mengajariku tentang sesuatu kesabaran dan kesetiaan”
Terkadang aku berfikir untuk menyudahi saja hidupku yang semakin lama semakin rumit ini, tapiii.. masih banyak impian dan cita-cita yang belum tercapai olehku
And finally... Broken Home mengajariku tentang bagaimana aku harus lebih belajar tentang arti ikhlas dalam kehidupan dan menerima cobaan yang ada. Menerima takdir kalau aku harus belajar tanpa adanya Bapak..
Karna aku yakin diluar sana yang menjadi korban Broken Home bukan aku saja tapi masih banyak lagi bahkan kasusnya lebih parah dari aku

Wassalam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar